SMAN 1 Nguntoronadi

Efisiensi Penggunaan Semua Platform atau Aplikasi yang Digunakan dalam Pembelajaran Daring


Esai karya Gina Amalia.

Selamat membaca


Kegiatan belajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia selama hidupnya, karena kehidupan manusia berisi rangkaian peristiwa yang dapat dikenang dan mendewasakan. Belajar kehidupan dapat dilakukan di manapun dan kapanpun, namun pendidikan formal yang dilakukan di suatu instansi belajar tidaklah demikian. Pembelajaran formal yang dilakukan secara tatap muka dengan banyak kontak fisik adalah cara belajar yang menarik dan menyenangkan, serta merupakan cara yang selama ini ditempuh oleh banyak instansi belajar. Sayangnya, pandemi covid-19 yang menyerang umat manusia selama kurang lebih dua tahun ini memaksa pelajar untuk belajar dari jarak jauh secara daring.

Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi umat manusia karena mereka harus menjaga jarak dengan manusia yang lain. Melalui teknologi digital setiap orang dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa harus melakukan kontak fisik. Bukan hanya untuk berkomunikasi melainkan untuk hampir seluruh aspek kehidupan. Berbelanja, bekerja, komunikasi dan informasi, serta untuk belajar. Karena pesatnya perkembangan iptek, saat ini banyak sekali platform atau aplikasi belajar yang digunakan selama pandemi covid-19. Diantaranya adalah WhatsApp, Google Classroom, Ruang Guru, Zenius, Rumah Belajar, Microsoft 365, Zoom, Gmeet, dan masih banyak lagi platform yang dikembangkan untuk menunjang pembelajaran dalam jaringan. Perkembangan iptek selalu memunculkan dua dampak, yaitu baik dan buruk. Lalu, apakah keberadaan platform atau aplikasi belajar yang berkembang saat ini dapat membantu siswa dalam belajar? Cukupkah untuk menekan dampak buruk atau kekurangan-kekurangannya?

Ketika belajar di dalam kelas secara langsung, guru membutuhkan beberapa media untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada siswanya. Misalnya buku bacaan, komputer, LCD dan proyektor, papan tulis, spidol, speaker, dan lain sebagainya. Nah, karena dalam pembelajaran jarak jauh tidak dapat memanfaatkan media itu, keberadaan platform atau aplikasi belajar sangatlah membantu. Dari aplikasi belajar tersebut setiap orang yang berperan dalam proses pembelajaran dapat melakukan interaksi sebagaimana ketika belajar di dalam kelas secara langsung. Siswa dapat mengakses materi dan guru dapat memberikan tugas kepada siswanya melalui media (platform/aplikasi) yang digunakan. Sehingga siswa dan guru dapat menerima hak dan melakukan kewajiban mereka.

Dalam penggunaannya setiap siswa dan guru perlu menyesuaikan dengan media yang mereka gunakan. Mereka belajar hal baru dan saling membantu untuk dapat menggunakan media yang lain. Secara tidak langsung, penggunaan platform untuk media pembelajaran akan memunculkan ide kreatif siswa maupun guru. Karena media pembelajaran yang digunakan tidak hanya satu dan membutuhkan proses belajar untuk menguasai suatu aplikasi belajar. Semakin banyak mereka belajar maka semakin banyak ilmu yang mereka dapatkan dan semakin pandai mereka memanfaatkan perkembangan teknologi. Ini yang dinamakan perkembangan iptek memberikan dampak positif. Nah, tanpa disadari penggunaan platform atau aplikasi belajar merupakan suatu proses memodernkan siswa dan guru yang mendatangkan dua manfaat seklaigus, menghilangkan gaptek (gagap teknologi) dan memberikan pembelajaran formal.

Bagi pelajar yang umumnya adalah remaja dan anak-anak, menemukan hal baru itu menyenangkan. Mengatakan “Aku bisa menggunakan ini”, “Aku bisa menggunakan itu” merupakan suatu kebanggaan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang tuanya. Banyak proses belajar yang tidak dapat mewujudkan kalimat “Horee aku bisa!” namun penggunaan platform belajar selalu memunculkan kalimat tersebut. Mengapa demikian? Karena apabila ia tidak bisa ia akan berusaha untuk membuatnya bisa. Ketika mempelajari suatu materi, guru akan menyampaikan materi sebagaimana mereka menyampaikan materi di dalam kelas langsung, dan siswa akan berpusing-pusing untuk memahami materi tersebut, berlatih soal, mengikuti agenda belajar dari guru, bertanya dan berkeluh kesah dengan teman, atau belajar dari platform lain. Nah, yang terakhir ini adalah proses terbaik dari keseluruhan proses. Banyaknya aplikasi belajar yang ada-layaknya aplikasi game-membuat siswa memilih-milih dan mencoba berbagai platform yang menyenangkan untuk belajar. Dari platform yang mereka gunakan mereka melatih kemampuan diri, seperti kemampuan membaca dan analisis. Membaca untuk tahu latar belakang dan keguanaan platform yang dipakai dan analisis untuk memanfaatkan media tersebut semaksimal mungkin untuk belajar. Dari banyak proses tersebut, siswa akan belajar lebih banyak hal sehingga terwujud kalimat “Aku bisa”.

Bagaimana dengan dampak buruk atau kekurangan yang ditimbulkan dengan penggunaan platform belajar? Dampak buruk selalu ditimbulkan karena penyalahgunaan, sedangkan kekurangan timbul karena ketidaktahuan. Jadi, bukan platform yang digunakan memberikan dampak buruk, tetapi bagaimana kita dapat menggunakan platform yang ada untuk menunjang proses pembelajaran yang kita lakukan. Kesuksesan kita bergantung pada seberapa besar minat kita dan seberapa banyak usaha yang kita lakukan untuk mencerdaskan diri sendiri. Jadi banyaknya manfaat yang ada dari kehadiran aplikasi belajar harus diiringi dengan semangat belajar dari siswa, sehingga tidak memunculkan dampak negatif.

Dari uraian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa platform atau aplikasi belajar sangat membantu siswa dalam belajar. Utamanya sebagai media pembelajaran, kemudian sebagai langkah adaptasi terhadap perkembangan iptek, dan yang terakhir sebagai pemberi semangat untuk belajar.  Seluruh manusia sedang berupaya untuk membebaskan diri dari pandemi covid-19, dan kita sebagai pelajar haruslah berupaya untuk meningkatkan pengetahuan kita dan tetap semangat untuk belajar. Bukan hanya kita yang merasa susah untuk belajar meskipun tersedia banyak platform dan aplikasi belajar, tetapi semua orang. Mereka juga mengalami apa yang kita alami, jadi ketika mereka dapat sukses dalam keadaan demikian mengapa kita tidak? Yang dibutuhkan adalah semangat dan kreatifitas, sehingga kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk memajukan diri kita, dan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas