SMAN 1 Nguntoronadi

Rindu yang Tak Berujung


Ditulis oleh Rachmalia Hasna Meiliyanti Kelas XI MIPA 2


Setahun ini rasanya sepi sekali. Kita sudah tak pernah saling bertukar kabar, tak lagi menanyakan “kamu sedang apa?” atau “sudah makan belum?”. Jujur aku rindu. Tak apa, mungkin ini terlihat aneh bagimu.

Sekelebat bayanganmu masih sering bermain di pikiranku, padahal aku sudah mencoba menghindarinya. Namun, tetap saja bayanganmu selalu menghampiri sampai aku bingung bagaimana untuk menuntaskan rinduku ini.

Jika dikatakan, kau hanya akan diam. Jika dipendam, rindu ini akan meluap. Perlahan tapi pasti, kupastikan akan mundur darimu. Tenanglah, rasaku ini akan segera hilang darimu.

Lucu ya, kau yang mengakhiri kisah sebelum usai namun cepat sekali berpindah ke lain hati. Diriku masih membendung rindu yang tiba-tiba datang padaku. Aku berdoa semoga kau tetap bahagia bersamanya. Bersama orang yang lebih pantas dariku dan lebih menarik dariku.

Aku sudah mencoba untuk ikhlas namun terkadang rasa itu masih membekas, kau yang mengucapkan kata pisah dan berjanji padaku untuk menyendiri dahulu. Tapi belum ada sebulan kau sudah berpindah ke lain hati. Sebenarnya kau dahulu benar-benar ada rasa atau hanya pernah ada rasa? Rasanya aneh sekali jika terlalu cepat mendapatkan pengganti. Untukku hal itu terlalu menyakitkan, setiap membaca percakapan terakhir kita sebelum benar-benar berpisah rasanya dunia seperti berhenti sebentar. Memang terdengar berlebihan, tetapi rasanya terlalu singkat bila tiba-tiba kau mengakhiri kisah begitu saja. Entah kau yang cepat bosan atau aku yang tak menarik di matamu.

Tulisan ini sebenarnya terlalu berlebihan bagimu, tapi tak apa. Setidaknya dengan cara ini keluh kesah tentangmu telah tercurahkan sebagian. Semoga bahagia selalu ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas