SMAN 1 Nguntoronadi

Selamat Ulang Tahun

Hai bagaimana kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja dan akan selalu seperti itu. Sudah lama kita tidak bertegur sapa, tidak ada lagi “jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar” yang masuk dalam whatsappku. Tapi tak apa, aku sudah belajar mengendalikan diriku sendiri tanda dirimu walau ini tak mudah, tapi aku akan selalu berusaha, jadi kamu tenang saja ya.

Kukira dulu kita hanyalah dua orang asing yang dipertemukan semesta dalam ruang kelas yang sama dan menjadi rival untuk memperebutkan gelar juara. Tapi ternyata kita bisa lebih dari itu. Kau dengan semua warnamu berhasil menarikku sejenak dari dunia kelabuku.  Kau menjadi orang yang selalu mengertiku, entah kau itu cenayang atau apa aku pun tak tau tapi kau selalu berhasil memahamiku bahkan saat aku tak bicara sekalipun.

Kau ingat saat kau menawarkan untuk mewarnai duniaku? Ku kira saat itu kau hanya bercanda, tetapi tanpa ku sangka kau melakukan itu, mewarnai hari-hariku yang kelabu dengan warna warnamu yang begitu elok. Kau juga berbicara akan menjadi apapun untukku dan aku sangat berterimakasih akan itu.

Bolehkah aku bertanya satu hal? Mengapa kau pergi begitu saya meninggalkanku sendirian di tengah jalan saat aku mulai begantung padamu? Aku yang bak orang dungu dengan bodohnya selalu berharap bahwa kau akan kembali, kembali mewarnai hari-hariku yang perlahan kembali seperti semula. Tapi apa yang kuharapkan tak pernah terjadi. Tapi aku tak apa, aku akan selalu berusaha baik baik saja dan berdiri dengan kakiku sendiri.

Dan yeah, hari ini kau ulang tahun. Selamat ulang tahun untukmu. Aku tak akan menuliskan doaku di sini agar hanya aku dan Tuhan yang tahu. Tapi aku ingin kau selalu bahagia dan terima kasih untuk beberapa tahunnya. Terima kasih telah menjadi seorang teman terbaik yang pernah aku temui. Maafkan aku yang pengecut ini yang tak memiliki cukup keberanian untuk mengucapkan langsung kepadamu. Dan maaf telah banyak menyusahkanmu.

Sekali lagi ku ucapkan selamat ulang tahun kamu. Mari kita bertemu lagi saat kita sudah berada di titik yang sama. Titik tertinggi yang akan kita raih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas