SMAN 1 Nguntoronadi

Tantangan Belajar di Masa Pandemi


Ditulis oleh Fitriani Kelas XI IPS


   Munculnya pandemi covid – 19 membuat kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sama halnya di dunia pendidikan Kita juga harus beradaptasi dengan dunia baru dalam belajar. Merebaknya wabah virus Corona mengubah segalanya dunia pendidikan pun berubah, kita belajar dengan jarak jauh, komunikasi jarak jauh. Jarak memang memisahkan tetapi semangat belajar tidak akan terhalang oleh jarak. Banyak sekali tantangan belajar di masa pandemi. Tantangan demi tantangan pun muncul setiap waktu. Tapi itulah perjuangan, itulah cobaan. Setiap tantangan yang kita hadapi menguatkan kita untuk terus melangkah ke depan. Belajar memang lelah , apalagi belajar di masa pandemi dengan segala keterbasan. Ada pepatah yang mengatakan  ” jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar , maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan” .

  Pandemi covid – 19 menyebabkan adanya peraturan belajar dari rumah ( learning from home ) situasi seperti ini tentunya menuntut orang tua untuk lebih terlibat mendampingi anak di rumah. Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring pada masa pandemi saat ini tentunya menjadi sebuah tantangan bagi orang tua. Khususnya kesabaran, orang tua harus dapat mengolah emosi diri sendiri sebelum mengolah emosi anak. Stres karena belajar di rumah mengharuskan orang tua mengatasi stres dan tekanan pada anak.  Orang tua bertugas bagaimana agar pembelajaran menarik dan tidak membosankan.

    Saat pembelajaran daring guru biasanya cenderung menggunakan metode penugasan untuk memantapkan materi,  karena terbatasnya waktu. Tetapi malah membebani siswa tugas dianggap menjadikan anak depresi, stres, dan jenuh di rumah. Maka dari itu kebanyakan anak cenderung mengabaikan perintah dari bapak ibu guru, sehingga anak menjadi malas dan tidak berkembang. Siswa jadi dipaksa untuk menghabiskan sebagian besar waktu di dalam rumah. Tetapi siswa di rumah tidak memiliki jadwal yang ketat, sehingga menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat seperti bermain sosmed. Hal ini membuat kita tidak bisa lepas dari gadget ataupun dunia maya menjadikan kita selalu bergantung pada kehidupan online yang serba cepat. Tetapi tantangan mengajar lebih berat bagi pengajar dan siswa yang tidak terjangkau internet, seperti yang tidak memiliki handphone sehingga sangat sulit untuk mengikuti pembelajaran. Mengharuskan siswa tersebut ke sekolah atau ke rumah teman hanya sekedar menanyakan tugas , dan juga akses transportasi yang sulit karena dibatasi.  Tetapi dengan berbagai tantangan tersebut, aku ada beberapa tips agar tetap semangat belajar walaupun banyak  tantangan dan juga keterbatasan. Pertama, tentukan goal kamu artinya fokus dengan apa yang mau kamu capai. Contoh singkatnya kamu punya target untuk lolos SNMPTN. Kedua, jangan bornout  mulai aja pelan – pelan mungkin 30 menit – 1 jam dalam sehari. Pokoknya jangan terlalu memikirkannya agar tidak stres. Terakhir latihan, lakukan atau praktikkan apa yang sudah kamu dapatkan dari guru sembari kamu belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas